Untuk Milea yang entah Mileaku atau bukan #2

– Untuk Milea yang entah Mileaku atau bukan

Sudah satu bulan kita tidak bertemu ya? Bagaimana kabarmu? Apakah kamu sudah tambah gendut? hehe. Milea, aku sudah baca ceritamu kemarin, aku suka. Aku tidak menyangka bahwa sosok sepertiku bisa membuatmu bercerita sepanjang itu dengan kata-kata yang begitu indah, terima kasih Milea.

Sudah lama aku ingin menjawab tulisanmu yang sudah ku baca sejak lama. Tapi, sikapku selama ini tak terlihat sudah membacanya kan? Aku memang paling pintar menyembunyikan, menyembunyikan perasaanku. Pasti kamu kecewa, maafkan aku Milea. Aku, pria yang bahkan tidak bisa menyatakan langsung perasaanku padamu dan hanya memberi tanda-tanda kosong. Maafkan aku Milea.

Milea, sekarang kamu dimana? Waktu itu, aku meng-sms mu bertanya, kamu masuk kelas apa saja. Tapi aku tak mendapat balasanmu. Mungkin pending yah? Hmmm, aku benar-benar harus menyalahkan operator nomorku atau nomormu, karena buruknya pelayanan mereka membuatku merasa serba salah. Aku bertanya-tanya, kenapa sms balasanmu tak kunjung ku terima, biasanya kamu lekas membalas. Mungkin sedang sibuk, nanti pasti dibalas, pikirku. Namun hari ke hari, pikiranku semakin bertanya-tanya karena balasan yang ku harapkan tak kunjung ku terima. Apa yang terjadi denganmu, apa yang membuatmu tidak membalasku? Apa karena aku menyebalkan? Aku memang salah, aku tahu itu Milea, maafkan aku.

 

Sebentar Milea, aku mau ambil catutan kuku dulu, kuku jari manisku patah karena aku menulis ini sambil gigitin kuku hehe. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Milea, kamu tahu tidak, setiap aku masuk kelas, aku mencari-cari wajahmu, Senin, Selasa, Rabu aku mencari-carimu. Aku sengaja mengambil kelas pagi, siang dan sore, supaya bisa memperbesar peluangku sekelas denganmu. Tapi 5 hari kemarin, rencanaku gagal total, karena aku tidak juga bertemu denganmu😦

Aku sempat ragu, mau mengambil kelas di hari Sabtu juga atau tidak, karena jujur, aku malas kalau masuk hari Sabtu. Tapi aku mengabaikan rasa malasku itu dan mengambil satu kelas di hari Sabtu, jam 09.30. Kamu tahu Milea? Asalnya aku ingin mengambil kelas di jam 7 atau setengah 9, karena aku tahu kamu tidak suka masuk siang-siang. Tapi sayangnya, semua kelas pagi sudah penuh, dan aku akhirnya kebagian di kelas jam 09.30.

Tepat di hari sabtu, kelas yang dengan ogah-ogahan ku pilih itu masuk, aku datang terlambat Milea. Soalnya aku malas juga hehe. Kamu tahu Milea, apa yang paling mengagetkanku saat aku mengetuk dan membuka pintu kelas itu? Melihatmu Milea, melihatmu! Aku merasa seperti baru sampai di pulau nan sejuk setelah berhari-hari lamanya berlayar di laut lepas yang panas. Takdir memang berkata-kata lebih dari usahaku untuk bertemu denganmu.

Aku tak tahu harus bagaimana, melihat mata coklatmu menatap ke arahku, aku tak bisa menyembunyikan perasaanku, aku tersenyum padamu, iya kan? Kamu kaget melihatku? Aku rasa tidak, karena dari senyummu, aku tahu itu hanya senyum melihat ‘orang yang kau kenal’, senyummu tak sesumringah senyumku.

Saat melewati tempatmu, dibangku kedua, aku, aku sangat ingin mengelus kepalamu Milea, rambutmu terlihat lebih indah, pakai apa? hehe bercanda… Tapi aku tak melakukannya, aku bodoh ya Milea? Aku duduk dibangku paling belakang, karena terlambat. Aku kesal Milea, soalnya orang yang duduk di depanku tinggi sekali, jadi aku sulit untuk melihatmu, walaupun hanya bagian belakangnya. Yasudahlah mau apa lagi, lebih baik aku mempersiapkan kata-kata untuk memulai pembicaraan denganmu seusai kelas berakhir.

Kelas berakhiiir! Mileaaaa, aku ingin melihatmuuuu, aku belum puas tadi!!
Semua orang berhamburan ke luar kelas, aku tergesa menuju ke depan, ke tempat dudukmu, tapi aku tak melihatmu. Kenapa kamu cepat sekali keluar kelasnya? Dulu, biasanya kamu agak lama, apakah karena ada aku? Apakah kamu tidak ingin melihatku?
Kulupakan sejenak segala pertanyaan yang menghampiri otakku, aku lekas keluar kelas mencarimu, aku tak melihatmu juga. Kamu lari yaaa Milea???! Aku berlari lagi menyusuri jalan keluar, ke lorong, akhirnya…… aku melihatmu! Ternyata kamu tidak berlari, kamu jalan biasa, hmmmm bagaimana bisa kamu secepat itu menghilang dari pandanganku? Maafkan aku Milea, karena aku sudah menuduhmu berlari menghindariku. Aku segera berlari menghampirimu, menepuk pundakmu dari belakang, “Mileaa!”
“Hai Lan”
*aku cuma senyum*
“Kenapa Lan?”
“Enggg, enggg, Oiya kenapa ga bales sms aku?”
“Sms yg mana Lan?”
“Yang nanyain masuk kelas mana..”
“Oh itu, maaf, waktu itu aku lagi ga ada pulsa he he”
“Ooh, padahal aku teh pengen sekelas sm kamu…”  *senyum lagi
“Haha kan tadi udah sekelas”
“Oh iya yah… Sekarang kamu mau kemana? Pulang?”
“Iya lan”

Kami berjalan bersama sampai parkiran, banyak hal yang kami bicarakan, soal nilai, soal itu, tapi nggak ada yang asik. Ini salahku karena hanya menanyakan hal-hal yang tidak penting, maafkan aku Milea…

Akhirnya kami sampai di parkiran.
“Dah Dilaan…”, kata Milea sambil menjalankan motor maticnya.
“Daaaah”, balasku.
Saat aku melihat punggungmu Milea, rasa lega yang sebelumnya kurasakan berubah menjadi rasa takut. Aku takut itu adalah terakhir kalinya aku melihatmu, aku takut kamu menghilang lagi, atau pindah kelas supaya tidak bertemu denganku.
Aku takut, aku takut Mileaaaa..

Jadi aku mohon, minggu depan, minggu depannya lagi dan seterusnya kamu tetap masuk, supaya aku tidak takut lagi tidak bisa melihatmu. Maafkan aku Milea karena aku hanya bisa memohon, dan tak bisa memberikanmu apa-apa lagi, aku bahkan tak bisa memberikan apa yang kamu inginkan.

Maafkan aku Milea karena aku dengan tidak tahu diri memintamu tetap datang untuk bisa ku lihat, padahal mungkin kamu kesal sekali waktu melihat wajahku. Maafkan aku Milea, maafkan aku dengan caraku menyukaimu.
Toloooong Milea, tolong minggu depan kamu bisa ku lihat lagi…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s