Pandangan – “Jangan Melihat ke sana kemari”

Apa pandanganmu terhadapku? Setiap orang punya pandangannya masing-masing, entah pandangan itu positif atau negatif.
Awalnya, aku selalu perduli apa pandangan orang terhadapku, aku ingin semua orang yang berada di sekitarku merasa senang dan berpandangan baik terhadapku.

Tapi, sampai di satu titik, aku menyadari bahwa itu tak mampu ku lakukan. Bahkan Yesus, manusia sesempurna itu saja masih dicerca dan dibenci, bagaimana denganku? Bukankah aku hanya manusia tidak sempurna? Bukankah aku hanya bejana tanah yang rapuh? Bukankah aku hanya debu?

Akan ada banyak pandangan, dia, kamu, dan mereka terhadapku. Aku perduli pandangan mereka, aku senang mereka bahkan memandangku. Namun, apakah aku harus membuat pandanganmu terhadapku selalu baik? Jika pandanganmu terhadapku baik, bagaimana pandangannya? Apakah pasti baik juga? Belum tentu.

Aku, aku hanya manusia tidak sempurna yang hanya memiliki satu hati yang rapuh, tidak semua orang tahu itu. Aku hanya manusia lemah, yang mudah letih, tidak semua orang juga tahu itu. Tapi, Yehuwa tahu, sangat tahu. (Mazmur 103:14)

Jadi, aku putuskan bahwa aku tidak ingin memaksakan diri untuk baik dipandangan semua orang. Pandangan satu pribadi, Yehuwa, cukuplah itu yang paling ku upayakan.

image

“Jangan takut, karena aku menyertai engkau. Jangan melihat ke sana kemari, karena akulah Allahmu…” – Yesaya 41:10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s